Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2015

Pembelajaran Menurut Aliran Humanistik

Dihadapkan pada dua pilihan antara behaviorisme dan psikoanalisis yang termasuk kognitivisme banyak pakar psikologi di era tahun 1950-an dan 1960-an yang memilih ke alternatif konsepsi psikologis sifat dasar manusia. Freud telah memusatkan perhatian pada kekuatan sisi gelap ketidaksadaran, dan Skinner hanya tertarik pada pengaruh penguatan dari perilaku yang dapat diamati. Lahirlah Psikologi Humanistik untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang kesadaran pikiran, kebebasan kemauan, martabat manusia, kemampuan untuk berkembang dan kapasitas refleksi diri. Karena menjadi alternatif terhadap behaviorismedan kognitivisme, Psikologi humanistik atau humanisme menjadi lebih terkenal sebagai “kekuatan ketiga.”

Pembelajaran Menurut Aliran Kognitif

Tiga tokoh penting dalam pengembangan pembelajaran menurut aliran kognitif adalah Piaget, Bruner dan Ausubel.

Pembelajaran Menurut Aliran Behavioristik

Aliran psikologi belajar yang sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Menurut aliran ini, pembelajaran adalah upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan, agar terjadi hubungan antara lingkungan dengan tingkah laku pembelajar. Oleh karena itu pembelajaran ini disebut juga pembelajaran perilaku.

Pembelajaran Menurut Aliran Kontemporer

Pembelajaran teori kontemporer adalah pembelajaran berdasarkan teori belajar konstruktivisme. Para Kontruktivisme seperti Von Glaseerfeld, Bettencourt mengatakan pembelajaran berfungsi membekali kemampuan siswa mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Sesuai dengan prinsip belajar teori konstruktivisme, maka dalam pembelajarannya nampak ada pergeseran fungsi guru dan buku sumber sebagai sumber informasi. Guru lebih berfungsi membekali kemampuan siswa dalam menyeleksi informasi yang dibutuhkan. Karena, teori belajar ini paling luas aplikasinya dan menekankan pada pembelajaran yang aktif, artinya: pengajar dan siswa sama-sama aktif, siswa mengkonstruksi pengetahuan (student-centered learning) dan pengajar aktif sebagai fasilitator. Siswa ditantang untuk membangun sendiri pemahaman atas fakta, konsep, hokum, dan teori, serta berbagi bentuk hubungan diantara unsure-unsur ilmu pengetahuan ini.

Rabu, 09 Desember 2015

Peranan Olahraga bagi Perkembangan Psikis Anak-anak



Olahraga sejak dini secara umum dapat melatih interaksi sosial, sikap mental dan perilaku yang baik seperti disiplin, percaya diri, sportivitas dan kerjasama anak. Permainan-permainan yang terdapat pada olahraga mengajarkan hal-hal tersebut.

Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert


Ada yang harus di pahami oleh orang-orang bahwa setiap manusia mempunyai tipe-tipe kepribadian yang berbeda-beda dan unik-unik. Ketidaksamaan tersebut merupakan ciri khas dari setiap individu yang ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu dalam cara pengambilan keputusan, prilaku verbal dan non verbal, menangani masalah, interaksi sosial, metode belajar, dan lain sebagainya. Hal itu dapat dianalisa dalam kontekstualnya dengan memahami di setiap perbedaan. Sehingga Eysenk mencetuskan bahwa tipe umum kepribadian terbagi menjadi dua bagian yaitu Ekstrovert dan Interovert yang kedua macam tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menanggapi lingkungan dan sosial juga dalam hal psikososialnya.

Pendidikan Pra Sekolah



Pendidikan prasekolah adalah satu program yang menyediakan pengalaman pembelajaran kanak-kanak yang berumur 4-6 tahun dalam jangka masa satu tahun atau lebih sebelum masuk ke Tahun Satu di sekolah formal. Konsep yang digunakan ialah "Belajar Sambil Bermain" dengan menekankan "Pembelajaran Bertema". Kaedah pembelajaran ialah meliputi aktiviti kelas, aktiviti kumpulan dan aktiviti individu.

Mengajari Anak Mudah Meminta Maaf



Kesalahan adalah fitrah alami manusia. Jangankan anak - anak, orang tua pun seringkali melakukankesalahan, dan keduanya mempunyai persamaan yaitu susah untuk meminta maaf.
Orang tua yang susah untuk meminta maaf dikarenakan keegoisan dan tingginya amarah yang dimilikinya, selain itu bisa juga dikarenakan kurangnya pemahaman akan sebuah permintaan maaf.
Karena itu agar anak  menjadi orang yang mudah memaafkan saat dewasa, cara yang terbaik adalah mengajari anak mudah meminta maaf dan memberikannya pemahaman sejak dini tentang arti penting sebuah permintaan maaf.
Bagaimana cara mengajari anak untuk meminta maaf , berikut adalah cara-caranya :

Senin, 30 November 2015

PERMASALAHAN PSIKOLOGIS SISWA DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM AKSELERASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Matematika sangat penting bagi siswa cerdas dan berbakat istimewa dalam abad otomatisasi dan teknologi ini. Banya kompetensi matematika yang di butuhkan dalam dunia kerja atau pun industri saat ini seperti kompetensi daya nalar, berfikir kreatif, pemecahan masalah, berlogika atau kompetensi-kompetensi  matematika lainnya yang sudah diaplikasikan dalam dunia komputer.