Sabtu, 12 Desember 2015

Evolusi ( Pro dan Kontra ?)



 Evolusi adalah proses perubahan seedikit demi sedikit dalam jangka waktu yang lama. Dalam kajian biologi evolusi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dari pengartian tersebut tentu kita dapat menarik kesimpulan bahwa proses evolusi adalah proses perubahan yang diturunkan, termasuk didalamnya variasi genetik dalam ruang lingkup suatu populasi tertentu. Sejarah evolusi sendiri bukanlah hal baru bagi dunia ilmiah jika dilihat kembali sejak abad ke-6 SM para ilmuan dan filsuf telah menyebut evolusi dengan berbagai pandangan yang berbeda-beda, barulah pada tahun 1859 Charles Darwin mengeluarkan buku yang kita kenal sekarang dengan judulnya the origin of species by means of natural selection, dalam buku tersebut banyak termuat bukti-bukti serta penjelasan terbuka dan mendetail mengenai evolusi, teori evolusi darwinpun diterima secara luas dikala itu.

Darwin mungkin terkenal dengan teorinya tapi dia tidak sendiri dalam mengajukan pemikirannya, adalah seorang yang dikenal dengan bapak biogeografi evolusi alfred wallace, sangat tidak asing kalau kita pernah mendengar garis wallace yaitu garis yang memisahkan wilayah indonesia timur dan barat. Wallace sendiri mengirimkan pemikirannya pada Darwin yang kita kenal dengan nama ‘the letter from ternate’, surat pemikirannya tersebut dikirimkan pada darwin pada saat dia sedang menderita malaria. Isi pemikiran wallace dan Darwin memiliki kesamaan hingga akhirnya darwin mempublikasikan pemikiran mereka dalam bukunya yaitu the origin  of spesies.
Dalam perkembangannya hingga saat ini teori evolusi darwin terus menemui pro dan kontra perdebatan mengenai teori evolusipun tetap menjadi debat panas para ilmuan sampai saat ini. Jika dirunut secara jelas evolusi sebernanya sudah terbukti secara ilmiah.  Hal ini tak bisa disangkal lagi, memang evolusi darwin diawali oleh pemikiran logis serta bukti-bukti mendetail mengenai seleksi alam dan penyebarannya, dilihat dari sisi tersendiri mungkin banyak pihak termasuk kalangan ilmiah sendiripun bisa menentang teori ini namun garis besar yang akhirnya kita temukan hingga saat ini adalah teori evolusi bukanlah dongeng semata yang tercipta dari pemikiran-pemikiran logis tadi,namun  sebaliknya. Pada saat teori genetika mendel diterima oleh dunia ilmiah teori hereditas malah menjadi penyangga kokoh dari evolusi itu sendiri. Yaitu teori evolusi modern teori ini menyatukan gagasan-gagasan berbagai cabang biologi yang telah lama terpisah, utamanya genetika, sitologi, sistematika, botani, morfologi, ekologi, dan paleontologi. Tidak hanya lewat teori saja sebernanya, pembuktian adanya evolusi  telah terbukti pada percobaan yang dilakukan pada bidang mikroevolusi
Tentu saja akan timbul pertanyaan mengenai bukti-bukti lainnya seperti fosil, Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia. Kita tau sampai saat ini memang hal tersebutlah yang menjadi kelemahan dari teori darwin. Sejauh ini fosil satu-satunya yang ditemukan adalah fosil peralihan dari reptil ke aves archaeoptherix, setidaknya takkan disebut tak pernah ditemukan diseluruh dunia kan(?). Terlepas dari hal tersebut petunjuk adanya evolusi masih meliputi homologi organ dan sisa organ tubuh,  belum lagi satuan terkecil suatu organisme atau makhluk hidup berupa sel dan gen itu sendiri. Para penentang evolusi takkan bisa menentang makroevolusi dengan menerima mikroevolusi saja. Karena logisnya makroevolusi sendiri berkembang dari mikroevolusi sudah jelas kedua hal itu tidak dapat dipisahkan.
Namun tidak fair jika kita hanya mengkaji soal pro kontra ini dari sudut pandang Darwinisme saja, berbicara mengenai evolusi ada banyak satuan ilmu yang terlibat, dan secara ilmiah dapat dikatakan evolusi adalah bentuk adaptasi dalam jangka waktu yang lama.
Bagaimana jika dirunut dari teori penciptaan? Yang dikontrakan dengan evolusi. Yang mengatakan bahwa ada sosok pintar yang merancangkan dan menciptakan makhluk hidup saat ini.  Kita lihat dari kitab Kejadian 1 bagaimana proses terbentuknya bumi dan segala isinya. Disitu tertulis “ Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”(kej 1 :1) .  Sudah sejak semula Allah menciptakan langit dan bumi, langit dalam hal ini bisa dimaksudkan adalah seluruh jagad raya yang ada diluar bumi. Dan bumi dalam hal ini adalah bumi saat ini dan segala isinya sekarang. Apa hubungan hal ini dengan evolusi? Penganut teori penciptaan  umumnya tidak menerima gagasan bahwa manusia dan segala jenis makhluk hidup yang ada sekarang ini terjadi secara kebutulan melalui proses yang panjang dari sesuatu yang tak ada menjadi ada. Padahal kenyataannya tak harus serumit itu, sebab Allah Tuhan kitapun menciptakan kita dari tak ada menjadi ada lewat debu tanah diberi nafas kehidupan dan hidup menjadi manusia. Dari sebuah kitab kita bisa melihat perancangan Tuhan akan terciptanya kehidupan. Lewat ilmu pengetahuan kita melihat bukti dari rancangan-rancangannya. Sains tak harus selalu berlawanan dengan agama, sebab sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna kita diberi kemampuan lebih seperti akal budi untuk mendapat pengetahuan. Pengetahuan tak dilarang oleh Tuhan asalkan kita punya penguasaan diri untuk itu, lewat ilmu pengetahuan banyak hal yang dapat bermanfaat bagi manusia saat ini. Banyak orang beranggapan jika sains tidak sejalan dengan agama seperti contohnya teori evolusi di atas. Padahal banyak hal yang dapat kita lihat lewat penemuan-penemuan yang ada, teori evolusi sebernanya tidak berlawanan dengan teori penciptaan, proses yang terjadi dalam mekanisme evolusi bisa saja menunjukan kebesaran atas segala penciptaan dan rancangannya.
Bila kita melihat kesekeliling kita ada banyak hal, yang tidak masuk akal jika hanya dikategorikan tercipta secara kebutulan. Dunia begitu indah untuk disebut kebetulan. Tentunya terciptanya dunia kita ini tidak terjadi secara kebetulan namun melalui suatu proses yang panjang yang disebut evolusi. Lewat evolusi inilah sebernanya Tuhan menunjukan karyanya, karena Ia secara diam-diam membentuk dunia seperti adanya saat ini.
Lantas harus adakah Pro dan kontra?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar